<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Superqurban</title>
	<atom:link href="http://www.superqurban.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.superqurban.com</link>
	<description>Optimalisasi Ibadah Qurban Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bolehkah Daging Qurban Dibuat Kornet?</title>
		<link>http://www.superqurban.com/bolehkah-daging-qurban-di-buat-kornet/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/bolehkah-daging-qurban-di-buat-kornet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 07:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Boleh Gak Sih daging kurban dibuat kornet ? Banyak Sekali pertanyaan yang mempertanyakan hal ini. berikut uraiannya : Zaid bin Arqam bertanya kepada Rasulullah SAW : &#8220;Apakah yang kita peroleh dari berqurban?&#8221;. Rasulullah menjawab, &#8220;Sesungguhnya pada setiap bulu yang menempel di kulitnya terdapat kebaikan (H.R. Ahmad &#38; Ibnu Majah ) &#160; Mengapa berqurban? Berqurban merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Boleh Gak Sih daging kurban dibuat kornet ?</h2>
<p><img src="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2012/03/sapi-kornet.png" alt="kornet qurban" width="259" height="107" border="0" /><br />
Banyak Sekali pertanyaan yang mempertanyakan hal ini.</p>
<p>berikut uraiannya :</p>
<p><em>Zaid bin Arqam bertanya kepada Rasulullah SAW : &#8220;Apakah yang kita peroleh dari berqurban?&#8221;. Rasulullah menjawab, &#8220;Sesungguhnya pada setiap bulu yang menempel di kulitnya terdapat kebaikan (H.R. Ahmad &amp; Ibnu Majah )</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa berqurban? Berqurban merupakan ibadah wajib menurut sebagian ulama dan sunnat muakkad menurut ulama yang lain, dengan berqurban pula kita mendidik diri kita dan keluarga untuk meresapi makna pengorbanan sebagaimana Nabiyullah Ibrahim memberikan contoh pengorbanan secara hakiki, dan penyembelihan hewan qurban adalah salah satu ritual dari makna pengorbanan itu untuk menggapai ketaqwaan kepada Allah SWT. Sehingga banyaknya hewan qurban yang disembelih menunjukkan respon masyarakat terhadap seruan ibadah qurban makin meningkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daging Qurban, bukan semata pesta sate dan gulai? Ibadah Qurban yang kita tunaikan sudah saatnya berfungsi bukan saja menggugurkan kewajiban tapi lebih dari itu mampu memberikan manfaat dan menjadi solusi sebagai jawaban atas kondisi riil yang terjadi di masyarakat. Banyak dari kebiasaan kita dalam berqurban hanyalah identik dengan pesta sate dan gulai dalam 2 sampai 3 hari setelah Idul Adha, sementara dalam waktu 12 bulan ke depan kembali masyarakat (terutama di daerah-daerah miskin) memakan daging hanyalah menjadi khayalan, belum lagi kondisi alam Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, yang selalu saja menjadi pemandangan umum ketika bencana alam tiba bantuan dari masyarakat tidak lebih dari unsur karbohidrat semata (nasi, mie dsb) padahal dibalik kesadaran kaum muslimin untuk berqurban serta melimpahnya hewan yang diqurbankan pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik, tersimpan potensi yang sangat besar bahwa daging qurban mampu untuk digunakan sebagai sarana untuk membina masyarakat miskin, serta daerah-daerah bencana alam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>berikut Hadits dari Aisyah r.a: Diriwayatkan dari Abdullah bin Waqid r.a katanya:???Mereka menjawab: Dulu engkau melarang kami memakan daging qurban selepas tiga hari. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda: Aku melarang kamu hanyalah karena mengingat orang-orang yang berjalan perlahan-lahan (untuk menolong orang- orang yang tidak mampu). Mulai sekarang kamu boleh makan, menyimpan dan menyedekahkannya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Muttafaq alih 1164 Berdasar hadits ini, daging hewan qurban itu boleh dimakan, boleh diawetkan sebagian, dan sebagiannya disedekahkan kepada yang membutuhkan. Tanpa kecuali hukum cara mengawetkannya apakah di dendeng apakah diabon ataukah di kornet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berikut Pendapat ulama tentang Pengkornetan Daging Qurban. </strong></p>
<p><strong>Ust. Aam Amiruddin Lc.</strong> : &#8220;Daging Qurban di kornetkan tidak masalah. Di Saudi Arabia pun daging qurban itu disimpan dalam freezer raksasa, kemudian dikirim ke negri-negri muslim yang membutuhkan&#8221;</p>
<p><strong>Ust. Hilman Rosyad Syihab Lc</strong>. : &#8220;Daging qurban dikornetkan boleh. Dengan dikornetkan berarti diberikan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Diwaktu yang lain misalnya untuk pengungsi daerah bencana dan konflik.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa Superqurban? Ketepatan sasaran, daya jangkau serta cara dalam mendistribusikan daging qurban merupakan pelengkap kesempurnaan pelaksanaan ibadah qurban. Sudah saatnya menjadikan ibadah qurban bernilai pahala yang berlipat ganda, berqurban sudah saatnya bukan sekedar menggugurkan kewajiban kita dihadapan Allah SWT meraih ketaqwaan tapi lebih dari itu dapat juga membantu menyelamatkan masyarakat dari kehancuran moralitas dan degradasi aqidah melalui distribusi berkelanjutan disertai pembinaan mental spiritual. Untuk mewujudkan semua itu teknologi pengolahan dan pengawetan daging qurban (salah satunya dalam kemasan kornet) menjadi pilihan yang tepat, sehingga qurban kita akan sarat manfaat. Boleh dan dianjurkan agar daging qurban diawetkan</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/bolehkah-daging-qurban-di-buat-kornet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>40 Paket Superqurban Bantu Warga Kelurahan Duri Kepa</title>
		<link>http://www.superqurban.com/40-paket-superqurban-bantu-warga-kelurahan-duri-kepa/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/40-paket-superqurban-bantu-warga-kelurahan-duri-kepa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 07:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA.Rumah Zakat menyalurkan 40 paket kornet Superqurban kepada warga RT5/RW10, di wilayah Integrated Community Development Kebun Jeruk, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/2). Penyaluran kali ini di rumah Iwan, salah satu tokoh masyarakat yang disegani di daerah itu. Warga di wilayah ini termasuk warga miskin. Dalam acara itu diperkenalkan juga program-program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA.</strong>Rumah Zakat menyalurkan 40 paket kornet Superqurban kepada warga RT5/RW10, di wilayah Integrated Community Development Kebun Jeruk, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/2).</p>
<p>Penyaluran kali ini di rumah Iwan, salah satu tokoh masyarakat yang disegani di daerah itu. Warga di wilayah ini termasuk warga miskin. Dalam acara itu diperkenalkan juga program-program Rumah Zakat seperti Senyum Sehat, Senyum Juara, Senyum Mandiri, maupun Senyum Lestari.</p>
<p>&#8220;Terima kasih pada Rumah Zakat dan para donatur atas pemberian paket Superqurban ini, kami sangat terbantu dengan adanya penyaluran ini ke daerah kami. Semoga kegiatan serupa dapat dilakukan lagi di bulan depan,&#8221; tutur salah satu penerima manfaat.***</p>
<p><em><strong>Newsroom</strong>/Muhammad Irvan Bakrie</em><br />
Jakarta Barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/40-paket-superqurban-bantu-warga-kelurahan-duri-kepa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Superqurban Untuk PMT Posyandu Lansia Dan Balita</title>
		<link>http://www.superqurban.com/superqurban-untuk-pmt-posyandu-lansia-dan-balita/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/superqurban-untuk-pmt-posyandu-lansia-dan-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 02:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[superqurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA. Kegiatan Posyandu lansia dan balita di Pedukuhan Dhuku Jambidan Banguntapan Bantul, Rabu (2/11) menjadi terasa spesial dengan adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kornet Superqurban menjadi salah satu menunya. Acara pun menjadi semakin semarak ketika digelar cara memasak daging Superqurban sebagai PMT-nya dilombakan diikuti oleh warga perwakilan dari desa-desa di Jambidan. Tiap-tiap Dusun wajib mengirimkan 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA.</strong> Kegiatan Posyandu lansia dan balita di Pedukuhan Dhuku Jambidan Banguntapan Bantul, Rabu (2/11) menjadi terasa spesial dengan adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kornet Superqurban menjadi salah satu menunya.</p>
<p>Acara pun menjadi semakin semarak ketika digelar cara memasak daging Superqurban sebagai PMT-nya dilombakan diikuti oleh warga perwakilan dari desa-desa di Jambidan. Tiap-tiap Dusun wajib mengirimkan 4 wakilnya untuk mengikuti lomba masak. Desa Jambidan ada 7 Dusun dari ke-7 Dusun tersebut semua mengikuti lomba kecuali Dusun Dhuku yang menjadi tuan rumah dan panitia. Untuk menjaga subyektifitas lomba, kader Dhuku hanya sebagai panitia lomba.</p>
<p>Kegiatan pun mendapat dukungan sepenuhnya dari aparatur pemerintahan, hal ini bisa dilihat dari kehadiran bapak dan ibu Camat Banguntapan ke lokasi kegiatan, begitu pula kehadiran jajaran pemerintahan desa yang lengkap mulai dari Ibu Lurah, Pak Carik, hingga Kaur Kesra bahkan Pak Dukuh pun hadir. Kegiatan ini dapat  terlaksana dengan baik berkat kerjasama tim Program Desa Binaan Pegadaian dengan tim penyaluran Superqurban dari Rumah Zakat. ***</p>
<p><em><strong>Newsroom/</strong>Sandi Zunaidi</em><br />
Yogyakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/superqurban-untuk-pmt-posyandu-lansia-dan-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1000 Kaleng Kornet Superqurban Bagi Korban Banjir Di Jakbar</title>
		<link>http://www.superqurban.com/1000-kaleng-kornet-superqurban-bagi-korban-banjir-di-jakbar/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/1000-kaleng-kornet-superqurban-bagi-korban-banjir-di-jakbar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 01:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[superqurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[&#160; JAKARTA. Rumah Zakat cabang Jakarta Barat memberikan bantuan layanan kesehatan dan pembagian makanan serta pakaian bagi korban banjir di Pondok Labu Jakarta Barat, Rabu (2/11). Acara ini dihadiri juga oleh CEO Rumah Zakat Nur Efendi dan diliput beberapa media nasional seperti Republika, antv, TransTV, TVOne, MetroTV dan media lainnya. Dalam acara ini 1000 kaleng kornet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img title="CEO Rumah Zakat Mengantarkan Langsung Superqurban" src="http://farm7.static.flickr.com/6033/6305077771_04eb4aa44b.jpg" alt="Pondok Labu, 2 November 2011, CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengantarkan Superqurban untuk korban Banjir di Pondok Labu Jakarta" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Pondok Labu, 2 November 2011, CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengantarkan Superqurban untuk korban Banjir di Pondok Labu Jakarta</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JAKARTA.</strong> Rumah Zakat cabang Jakarta Barat memberikan bantuan layanan kesehatan dan pembagian makanan serta pakaian bagi korban banjir di Pondok Labu Jakarta Barat, Rabu (2/11). Acara ini dihadiri juga oleh CEO Rumah Zakat Nur Efendi dan diliput beberapa media nasional seperti Republika, antv, TransTV, TVOne, MetroTV dan media lainnya.</p>
<p>Dalam acara ini 1000 kaleng kornet superqurban dibagikan kepada warga. Warga sangat gembira menerima kornet superqurban tersebut. &#8220;Terima kasih Rumah Zakat atas pemberian kornet Superqurban, pembagian makanan, pakaian serta layanan kesehatan ini,&#8221; tutur salah satu warga penerima bantuan. Acara ini pun menjadi pusat perhatian warga ketika maskot superqurban beraksi untuk trauma healing.</p>
<p>Penyebab terjadinya banjir kali ini karena tanggul pemisah antara sungai dengan rumah warga bobol sehingga menyebabkan aliran sungai tersebut dengan debit yang besar beralih ke rumah-rumah warga. Air pun menjadi menggenang membanjiri lokasi perumahan dan sedikit berbau sehingga tidak jarang menyebabkan gatal-gatal. ***<br />
<em><strong><br />
Newsroom</strong>/Reza Fajar Mersia Rahman</em><br />
Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/1000-kaleng-kornet-superqurban-bagi-korban-banjir-di-jakbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Tak Segagah Ibu Itu</title>
		<link>http://www.superqurban.com/aku-tak-segagah-ibu-itu/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/aku-tak-segagah-ibu-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 01:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Setiap menjelang Hari Raya Idhul Adha, saya selalu teringat pada cerita nyata yang disampaikan adik ipar saya pada 4 tahun yang lalu.Ketika itu adik ipar saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantornya (sebuah perusahaan IT) di Jakarta. Singkat cerita, selepas pulang kerja adik ipar saya bersama rekannya pergi untuk membeli hewan Qurban di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_309" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/11/emak-ingin-naik-haji.jpg"><img class="size-full wp-image-309 " title="emak ingin naik haji" src="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/11/emak-ingin-naik-haji.jpg" alt="" width="500" height="auto" /></a><p class="wp-caption-text">sumber foto : internet</p></div>
<p>Setiap menjelang Hari Raya Idhul Adha, saya selalu teringat pada cerita nyata yang disampaikan adik ipar saya pada 4 tahun yang lalu.Ketika itu adik ipar saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantornya (sebuah perusahaan IT) di Jakarta. Singkat cerita, selepas pulang kerja adik ipar saya bersama rekannya pergi untuk membeli hewan Qurban di salah satu penjual hewan Qurban untuk memenuhi amanah dari para karyawan di kantornya yang menitipkan uang kepada panitia untuk dibelikan hewan Qurban.</p>
<p>Sesampainya di tempat penjual hewan Qurban tersebut, tampak sekali si penjual hewan Qurban sangat sibuk melayani para pembeli. Para pembeli pun sibuk memilih hewan-hewan Qurban yang terbaik untuk memenuhi seruan ber-Qurban di hari raya nanti. Adik ipar saya pun terpaksa harus menunggu cukup lama sambil melihat-lihat hewan-hewan Qurban yang ada di lokasi.</p>
<p>Diantara para pembeli yang sedang antri, tampak seorang ibu tua yang memanggul bakul bambu berisi perabot rumah tangga tradisional seperti sikat ijuk, sapu lidi, kemoceng dan sebagainya. Dengan sabar ibu tua tersebut berdiri melihat-lihat para pembeli yang sibuk memilih hewan Qurban dan menawar harga.</p>
<p>Setelah sekian lama para pembeli pun mulai sepi, tapi ibu tua masih sabar berdiri seakan menikmati pemandangan kesibukan penjual hewan Qurban dengan para pembelinya, dan menunggu sampai pembeli terakhir.Sampailah waktunya si penjual melayani adik ipar saya, dan setelah memilih hewan-hewan Qurban dan menentukan harga, maka si penjual hewan Qurban menyiapkan kwitansi pembelian untuk adik ipar saya.</p>
<p>Sambil menunggu si penjual menyiapkan kwitansi, adik ipar saya iseng-iseng menanyakan apa keperluan si ibu tua<br />
sehingga rela berlama-lama menunggu di sana. Dalam hati, adik ipar saya menduga-duga bahwa mungkin si ibu tua itu ingin meminta shodaqoh dari penjual hewan Qurban yang sedang laris manis itu.Dan alangkah terkejutnya, ketika adik ipar saya mendengar jawaban dari si ibu tua bahwa ia juga ingin membeli hewan Qurban untuk dirinya sendiri. &#8220;Alhamdulillah nak, saya sudah beberapa tahun terakhir ini bisa rutin membeli kambing Qurban&#8221;, begitu ibu tua itu menambahkan,</p>
<p>Didorong rasa ingin tahu, adik ipar saya bertanya bagaimana caranya si ibu tua tersebut bisa mampu membeli kambing Qurban, mengingat pekerjaanya hanya penjual perabot rumah tangga tradisional.Si ibu tua dengan lugasnya menjelaskan bahwa setiap hari ia menyisihkan seribu perak dari keuntungannya berjualan perabot. &#8220;Kalau lagi laku banyak, saya menyisihkan dua ribu perak. Jaga-jaga kalo saya sakit, saya nggak bisa jualan dan nggak bisa nabung buat beli kambing Qurban&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kalau sehari seribu atau dua ribu, setahun bisa terkumpul uang Rp 350.000,- s/d Rp 400.000,- jadi cukuplah buat beli kambing Qurban yang murah&#8221;, begitu si ibu tua menjelaskan.</p>
<p>Begitulah adik ipar saya menuntaskan ceritanya. DEG!  saya cuma bisa terdiam mendengar cerita itu, bila si ibu tua itu dengan telaten menyisihkan keuntungannya berjualan setiap harinya demi keinginan besar untuk bisa ber-Qurban setiap tahunnya, itu berarti tidak ada alasan bagi saya untuk tidak ber-Qurban setiap tahunnya. Saya tidak perlu mengumpulkan uang bila ingin membeli kambing Qurban, dan bila pun harus mengumpulkan uang untuk membeli kambing Qurban, saya hanya perlu berapa kali saja menahan keinginan saya untuk makan fast-food atau nonton di bioskop atau beli celana jeans baru atau beli accessories kendaraan.</p>
<p>Bila si ibu tua itu harus menyisihkan seribu &#8211; dua ribu perak dari hasil keringatnya memanggul bakul perabot keliling kampung yang setiap hari paling-paling cuma untung 10 ribu &#8211; 20 ribu, maka apakah saya sudah cukup berani dan lapang hati untuk menyisihkan 10% dari gaji setiap bulan untuk meraih cinta Allah.</p>
<p>Jujur saya belum segagah ibu tua itu &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber:<a href="http://rumahzakat.org/?c=content&amp;ins=13&amp;pid=1111030001"> http://rumahzakat.org/?c=content&amp;ins=13&amp;pid=1111030001</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/aku-tak-segagah-ibu-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Ibadah 10 Hari Pertama Dzulhijjah</title>
		<link>http://www.superqurban.com/keutamaan-ibadah-10-hari-pertama-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/keutamaan-ibadah-10-hari-pertama-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 04:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia, salah satu dari bulan haram (suci) dimana amal ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Dan bulan ini juga merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan Allah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia, salah satu dari bulan haram (suci) dimana amal ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Dan bulan ini juga merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan Allah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:</p>
<p align="right">وَالْفَجْرِ {1} وَلَيَالٍ عَشْرٍ {2} وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ {3} وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ</p>
<p><em>“Demi fajar,  Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil,  Dan malam bila berlalu” (QS Al-Fajr 1-4)</em></p>
<p>Allah SWT. bersumpah dengan 5 makhluk-Nya, bersumpah dengan waktu fajar, malam yang sepuluh, yang genap, yang ganjil dan malam ketika berlalu. Dan para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, Ibnu Zubair ra, Mujahid ra, As-Sudy ra, Al-Kalby ra  menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Allah bersumpah dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah karena keutamaan beribadah pada hari tersebut, sebagaimana hadits Rasul saw:</p>
<p align="right">عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.‏</p>
<p><em>Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini –yaitu sepuluh hari pertama Zhulhijjjah.“ Sahabat bertanya, ”Ya Rasulallah saw, tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?“ Rasul saw. menjawab, ”Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya serta tidak kembali (gugur sebagai syahid).” (HR Bukhari)</em></p>
<p>AMAL SHALIH DI SEPULUH  HARI PERTAMA DZULHIJJAH</p>
<p><strong>1.Takbir,  Tahlil dan Tahmid</strong></p>
<p align="right">عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &#8220;ما من أيام أفضل عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من أيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد&#8221;.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari-hari dimana amal shalih paling utama disisi Allah dan paling dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid.”  (HR Ahmad dan Al-Baihaqi) Berkata imam al-Bukhari, ”Ibnu Umar ra. dan Abu Hurairah ra pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah pergi ke pasar bertakbir dan manusia mengikuti takbir keduanya.”</p>
<p><strong>2.Puasa sunnah, khususnya puasa sunnah ‘Arafah</strong></p>
<p align="right">عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ قالَ  : سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ؟ فَقَالَ: &#8220;يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ</p>
<p><em>Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari ‘Arafah? Rasul saw menjawab, ”Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)</em></p>
<p><strong>3.Memperbanyak amal ibadah, karena  pahalanya dilipatgandakan, seperti shalat, dzikir, takbir, tahlil, tahmid, shalawat, puasa  infak, dan lain lain. </strong></p>
<p align="right">وعن جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أفضل أيام الدنيا العشر يعني عشر ذي الحجة قيل ولا مثلهن في سبيل الله قال ولا مثلهن في سبيل الله إلا رجل عفر وجهه بالتراب</p>
<p><em>Dari Jabir ra bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad  di jalan Allah tidak sebaik itu?” Rasul saw. menjawab, ”Tidak akan sama  jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya’la dengan sanad yang shahih) </em></p>
<p><strong>4.Shalat ‘Idul Adha, mendengarkan khutbah dan berqurban pada Hari Nahr (10 Dzulhijjah). </strong>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p align="right">فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</p>
<p><em> “Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS al-Kautsr 2)</em></p>
<p>Di antara makna perintah shalat disini adalah shalat Idul Adha. Berkata Ar-Rabi’, “Jika engkau selesai shalat di hari Idul Adha, maka berkurbanlah.” Rasulullah bersabda:</p>
<p align="right">عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; يَخْرُجُ يَوْمَ اَلْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى اَلْمُصَلَّى, وَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ اَلصَّلَاةُ, ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ اَلنَّاسِ -وَالنَّاسُ عَلَى صُفُوفِهِمْ- فَيَعِظُهُمْ وَيَأْمُرُهُمْ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ</p>
<p><em>Dari Abu Said berkata, “Rasulullah saw. keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha ke tempat sholat. Yang pertama dilakukan adalah shalat, kemudian menghadap manusia –sedang mereka tetap pada shafnya- Rasul saw berkhutbah memberi nasehat dan menyuruh mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi. </em></p>
<p align="right">وَعَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ اَلْعَوَاتِقَ, وَالْحُيَّضَ فِي الْعِيدَيْنِ; يَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَيَعْتَزِلُ اَلْحُيَّضُ اَلْمُصَلَّى مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ</p>
<p><em>Dari Ummi ‘Athiyah berkata, ”Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haidh keluar pada Dua Hari Raya, hadir menyaksikan kebaikan dan khutbah umat Islam dan orang yang berhaidh harus menjauhi tempat sholat.” (Muttafaqun ‘alaihi)</em></p>
<p><strong>5.Takbir dan berkurban di Hari Tasyriq</strong></p>
<p align="right">وَاذْكُرُواْ اللّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ</p>
<p><em>“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” </em>(QS Al-Baqarah) Para ulama sepakat bahwa beberapa hari berbilang adalah hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.</p>
<p>Imam Al-Bukhari memasukan hari Tasyriq pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah, dan memiliki keutamaan yang sama sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani memberikan komentar dalam kitabnya Fathul Bari: pertama, bahwa kemuliaan hari Tasyriq mengiringi kemuliaan Ayyamul ‘Asyr; kedua, keduanya terkait dengan amal ibadah haji; ketiga,  bahwa sebagian hari Tasyriq adalah sebagian hari ‘Ayyamul ‘Asyr yaitu hari raya Idul Adha.</p>
<p>Pada hari Tasyriq juga masih disunnahkan untuk berkurban. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p align="right">وكل أيام التشريق ذبح</p>
<p><em>“Seluruh hari Tasyriq adalah hari penyembelihan (kurban).”</em> (HR Ahmad)</p>
<p>&nbsp;</p>
<address>sumber: http://www.syariahonline.com/v2/bayan/2518-bayan-tentang-anjuran-meningkatkan-ibadah-pada-10-pertama-dzulhijjah.html</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/keutamaan-ibadah-10-hari-pertama-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qurban Atau Aqiqah Dahulu?</title>
		<link>http://www.superqurban.com/qurban-atau-aqiqah-dahulu/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/qurban-atau-aqiqah-dahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 08:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wrwb Ustadz, saya mau tanya. Kalau kita belum aqiqah, sebaiknya kita mendahulukan aqiqah atau qurban dahulu? Terima kasih, Ahmad, Bandung Jawaban: Sobat Ahmad yang dirahmati Allah swt, aqiqah adalah sembelihan hewan kurban untuk anak yang baru lahir dan disyariatkan pada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wrwb</p>
<p>Ustadz, saya mau tanya. Kalau kita belum aqiqah, sebaiknya kita mendahulukan aqiqah atau qurban dahulu?</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Ahmad, Bandung</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Sobat Ahmad yang dirahmati Allah swt, aqiqah adalah sembelihan hewan kurban untuk anak yang baru lahir dan disyariatkan pada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan barakah pada anak yang lahir tersebut. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah.</p>
<p>Imam Ahmad berkata: “Aqiqah merupakan sunnah dari Rasulullah saw. Beliau telah melakukan aqiqah untuk Hasan dan Hushain, para sahabat beliau juga melakukannya”.</p>
<p>Waktu pelaksanaannya, disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah saw pernah bersabda: &#8220;Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh&#8221;. [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].</p>
<p>Beliau saw juga bersabda: &#8220;Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu&#8221;. [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132].Ataupun kalau dia tidak mampu pada hari-hari tersebut maka dapat dia lakukan pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki, sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.</p>
<p>Adapun yang bertanggung jawab melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir namun para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukannya adalah selain ayahnya :<br />
1.    Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.<br />
2.    Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan        kecuali ayahnya dan tidak diperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah   besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.<br />
3.    Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya.(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)</p>
<p>Aqiqah atau Qurban</p>
<p>Dari keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa aqiqah tidak mesti dilakukan pada hari ketujuh dan itu semua diserahkan kepada kemampuan dan kelapangan rezeki orang tuanya, bahkan bisa dilakukan pada saat anak itu sudah besar/baligh.Orang yang paling bertanggung jawab melakukan aqiqah adalah ayah dari bayi terlahir pada waktu kapan pun ia memiliki kesanggupan. Namun jika dikarenakan si ayah memiliki halangan untuk mengadakannya maka si anak bisa menggantikan posisinya yaitu mengaqiqahkan dirinya sendiri, meskipun perkara ini tidak menjadi kesepakatan dari para ulama.</p>
<p>Dari dua hal tersebut diatas maka ketika seseorang dihadapkan oleh dua pilihan dengan keterbatasan dana yang dimilikinya antara qurban atau aqiqah maka qurban lebih diutamakan baginya, dikarenakan hal berikut:<br />
1.    Perintah berqurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf dan memiliki kesanggupan berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ia ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.<br />
2.    Meskipun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama.</p>
<p>Dalil mereka yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri adalah apa yang diriwayatkan dari Anas dan dikeluarkan oleh Al Baihaqi, “Bahwa Nabi saw mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah beliau diutus menjadi Rasul”.  Kalau saja hadits ini shohih, akan tetapi dia mengatakan,”Sesungguhnya hadits ini munkar dan didalamnya ada Abdullah bin Muharror dan ia termasuk orang lemah sekali sebagaimana disebutkan oleh al Hafizh Ibnu Hajar. Kemudian Abdur Rozaq berkata,”Sesungguhnya mereka telah membicarakan dalam masalah ini dikarenakan hadits ini.” (Nailul Author juz VIII hal 161 – 162, Maktabah Syamilah)</p>
<p>Sobat Zakat semua, mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bi ash-shawab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/qurban-atau-aqiqah-dahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100.000 Paket Superqurban Untuk Somalia</title>
		<link>http://www.superqurban.com/100-000-paket-superqurban-untuk-somalia/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/100-000-paket-superqurban-untuk-somalia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 02:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ekspedisi kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[superqurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG. Rumah Zakat bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), DPU DT, Mizan Amanah, dan KAMMI bersinergi membentuk Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS). Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada Warga Somalia yang dilanda bencana kelaparan akibat kekeringan, dan juga perang antar suku yang tak kunjung usai. &#8220;Sebagai umat muslim adalah wajib untuk membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/10/kiss_carfreeday_rumahzakat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-226" title="kiss_carfreeday_rumahzakat" src="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/10/kiss_carfreeday_rumahzakat.jpg" alt="" width="500" height="auto" /></a></p>
<p><strong>BANDUNG.</strong> Rumah Zakat bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), DPU DT, Mizan Amanah, dan KAMMI bersinergi membentuk Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS). Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada Warga Somalia yang dilanda bencana kelaparan akibat kekeringan, dan juga perang antar suku yang tak kunjung usai.</p>
<p>&#8220;Sebagai umat muslim adalah wajib untuk membantu saudara yang berada dalam kesulitan. Apalagi kondisi masyarakat di Somalia sudah sangat memprihatinkan. Jumlah anak yang menderita gizi buruk akut sudah sangat banyak,&#8221; ujar Ketua panitia acara Launching KISS Bandung, Muhammad Noor Yahya. Adapun peluncuran KISS ini dilaksanakan di Car Free Day Dago, Minggu (16/10).</p>
<p>Acara ini dimeriahkan oleh Perkusi SD Juara Bandung dan Cimahi, Reog, dan Happening Art Superqurban. Untuk membantu penyediaan bahan pangan bagi masyarakat Somalia, Rumah Zakat akan mendistribusikan 100.000 paket kornet Superqurban. Paket tersebut diharapkan dapat menjadi asupan gizi bagi masyarakat di sana. Selain Superqurban, KISS akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, tenaga medis, dan air minum. &#8220;Kami sadar bantuan ini sifatnya hanya sementara karena sesungguhnya bencana yang menimpa Somalia tak jauh dari masalah politik negara tersebut,&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/100-000-paket-superqurban-untuk-somalia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qurban Yu Timah</title>
		<link>http://www.superqurban.com/qurban-yu-timah/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/qurban-yu-timah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 06:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh: Y. Rehmedi Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://farm7.static.flickr.com/6047/6237078552_ac6837cc57.jpg"><img title="Mari Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun" src="http://farm7.static.flickr.com/6047/6237078552_ac6837cc57.jpg" alt="Mari Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Lewat Ibadah Qurban Kita , Mari Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: Y. Rehmedi<br />
Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu, setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.</p>
<p>Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Namun anak tersebutpun harus mencari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.</p>
<p>Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Alhamdulillah di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi yang dijual Yu Timah.</p>
<p>Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di Bank Perkreditan Rakyat Syariah dimana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu, sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10.000 setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650.000.</p>
<p>Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.</p>
<p>”Pak, saya mau mengambil tabungan”, kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.<br />
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore, bank kita sudah tutup. Bagaimana kalau Senin?”<br />
”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa”.<br />
”Mau ambil berapa?” tanya saya.<br />
”Enam ratus ribu, Pak.”<br />
”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”<br />
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing”.</p>
<p>Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.<br />
”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan saya berikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya Yu Timah tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”<br />
”Iya Pak, saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban”.<br />
”Baik, Yu. Besok akan saya ambilkan uangnya”.</p>
<p>Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang. Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya?</p>
<p>Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kau yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kau sudah jadi orang yang suka berkurban. Kau sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kau belikan kambing kurban. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: http://yrahmedi.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/qurban-yu-timah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Ibrahim</title>
		<link>http://www.superqurban.com/belajar-dari-ibrahim/</link>
		<comments>http://www.superqurban.com/belajar-dari-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 02:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.superqurban.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Iwan Kartiwan Mashur, Lc Setiap musim haji tiba khususnya hari raya Idul Adha atau Idul Qurban, setiap kita kembali dingatkan akan sebuah perjalanan sejarah sosok manusia  yang gemilang dan luar biasa, ia adalah Ibrahim As, Khalilullah ( kekasih Allah ). Begitu dekat dan disayang oleh Allah, hingga Allah mengabadikan nama dan sosok kepribadianya  sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Semoga Superqurbannya Bermanfaat " src="http://farm7.static.flickr.com/6044/6236554473_a9f3da3e0f.jpg" alt="Semoga Superqurbannya Bermanfaat" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Penyaluran Superqurban &quot;Semoga Superqurbannya Bermanfaat&quot;</p></div>
<p>Oleh: Iwan Kartiwan Mashur, Lc</p>
<p>Setiap musim haji tiba khususnya hari raya Idul Adha atau Idul Qurban, setiap kita kembali dingatkan akan sebuah perjalanan sejarah sosok manusia  yang gemilang dan luar biasa, ia adalah Ibrahim As, Khalilullah ( kekasih Allah ). Begitu dekat dan disayang oleh Allah, hingga Allah mengabadikan nama dan sosok kepribadianya  sebagai tauladan bagi kita semua. Allah SWT  berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: &#8220;Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : &#8220;Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah&#8221;. (Ibrahim berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. QS  (60:4)</p>
<p>Beberapa pelajaran yang harus kita teladani dari Ayahanda Nabi Ismail as :<br />
<strong>1. Kepribadian seorang muslim yang jelas.</strong><br />
Hal ini beliau buktikan dengan penyerahan diri secara total kepada Allah swt ; “  Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: &#8220;Tunduk patuhlah!&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam&#8221; QS (2:131). Kemudian beliau mewasiatkan penyerahan diri (islam) tersebut kepada generasi penerus berikutnya. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya&#8217;qub. (Ibrahim berkata): &#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. QS (2 : 132).</p>
<p><strong>2.Kegigihan dalam memperjuangkan Aqidah (keyakinan).</strong><br />
Prinsip yang dipegang dalam rangka memperjuangkan dan memanivestasikan keyakinannya dikenal dengan prinsip “ Al walaa wal Barraa “ Yakni menyerahkan loyalitas dan keberpihakan sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya seraya melepaskan diri dan mensucikanya dari kekufuran dan kesyirikan.</p>
<p><strong>3.Ketaatan yang optimal kepada Allah.</strong><br />
Setiap perintah dan ujian yang Allah timpakan kepada beliau, selalu dilaksanakan tanpa ragu bahkan berupaya menyempurnakan secara optimal. Sebagaimana Allah firmankan : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya (dengan sempurna). Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari keturunanku&#8221;. Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim&#8221;. QS (2:124).</p>
<p><strong>4.Kecintaan kepada Allah dan Rasul melebihi cinta pada yang lainnya.</strong><br />
“ Katakanlah: &#8220;Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.&#8221; Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” QS (9:24)</p>
<p><strong>5.Ketawakalannya kepad Allah.</strong><br />
Bentuk tawakkal ini beliau ungkapkan dengan doa dan ikhtiar yang maksimal. Terbukti beliau adalah Nabi yang doanya banyak diabadikan didalam Al quran,  dari mulai doa untuk dirinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” QS.(14:40), doa untuk kedua orang tua dan kaum mukminin; “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mumin pada hari terjadinya hisab ( hari kiamat)&#8221;.QS (14:41), bahkan doa untuk kesejahteraan ummat agar mereka menjadi hamba-hamba Allah.; “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: &#8220;Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. QS (14:35).</p>
<p>Semoga kita semua menjadi pembelajar yang baik,  Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.superqurban.com/belajar-dari-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

